Jakarta, Jakarta… Susah sekali memahamimu…
Senin, 27 Maret 2009, sekitar pukul 14.00-18.00 WIB Jakarta diguyur hujan lebat. Padahal pagi harinya aku masih merasa kepanasan saat me-layout proposal pesanan sahabat. Hujan tiba-tiba turun dengan lebat sekitar pukul 4 sore (WIB). Kilatan petirnya menyambar-nyambar, sempat sedikit kaget saat ada petir menyambar, serasa di atas kepalaku.
Tidak lama kemudian, dep… Tiba-tiba listrik padam… Otomatis aku yang sedang berada di depan komputer panik, “aduuuh data belum aku simpan. aaaaaargh”, begitu hardikku. Terang saja kaget dan sedikit menyesal, pasalnya baru aku berpikir untuk menyimpan ulang dataku, tapi dasar PLN, ternyata ia lebih cekatan untuk urusan padam-memadamkan listrik. Yaaaa sudah…
Dua jam kemudian hujan agak reda, adzan maghrib pun sudah terdengar dikumandang, bergegas aku siap-siap untuk Maghrib-an. Aku linglung (seperti orang amnesia), padahal saat aku tertidur, listrik dalam keadaan padam dan sekarang telah menyala kembali, tapi aku sama sekali tidak memahaminya. Usai sholat, aku baru sadar bahwa listrik telah menyala kembali. Pada saat yang sama, aku juga baru sadar, ternyata kamar ku, tempat ku tidur digenangi air banjir yang menjengkelkan.
“Air apa ini???” tanyaku pada teman se kamar.
Dengan santai teman menjawab, “mungkin air rembesan (baca: bocoran)”.
“Tapi kok banyak banget?” teriakku.
“Ah, masa???”. “Iya, ini pasti air banjir dari luar. Tapi masuk lewat mana???”.
Dengan sedikit keterpaksaan kami pun segera ngepel lantai kost yang kebanjiran. Sungguh menjengkelkan. Namun akhirnya urusan ngepel-mengepel beres, dan aku bisa pergi menunaikan janji dengan tenang, tanpa takut buku, komputer, dan pakaian-pakaian ku akan terendam.
Dan saat ini juga saat yang sangat menjengkelkan. Warnet tempatku ngeblog sudah hampir tutup. Jadi terpaksa postingannya tak simpen dulu. Besok sambung lagi.




halo Cak Toni.Jr tak ye?!
kowe opo kbrE Cak Wawan
lah kowe wes oleh gebetan nak jkt
cak lisun wes nikah oleh kono!!
woi…………….wedhosE nak ndi wae??
lam knal mazz