Muhammad Budi Setiawan
-
- T T L: Gresik, 12 November 1984
- Jenis Kelamin: Laki-laki
- Tanda Astrologi: Scorpio
- Industri: -
- Alamat Rumah: Jl. Raden Moh. Said No. 03 Pengulu Sidayu Gresik JATIM 61153
- Alamat Kantor: Jl. Pesanggerahan No. 29 Cempaka Putih Ciputat Timur Tangerang BANTEN 15412
Cak Wawan
Muhammad Budi Setiawan, populer dengan panggilan Wawan. Lahir di Gresik, 12 November 1984 adalah putra tunggal dari petani tambak di daerah Sidayu Gresik Jawa Timur. Ia dibesarkan di lingkungan masyarakat santri. Putra yang dibesarkan di kalangan tradisionalis Nahdhatul Ulama (NU) ini juga menempuh pendidikan pada lembaga pendidikan yang berafiliasi kepada organisasi Islam tradisional tersebut.
Di mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Banin-Banat Sidayu Gresik, lalu Madrasah Tsanawiyah Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik, serta melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Keagamaan di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang. Saat ini menempuh studi S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Syariah dan Hukum, Program Studi Muamalat-Perbankan Syariah.
Masa Kanak-kanak
Selain menempuh pendidikan formal di MI Islamiyah Banin-Banat, Wawan kecil juga nyantri pada seorang Ustadz yang berada di dekat lingkungan rumah. Setiap ba’da Ashar hingga menjelang waktu Isya’ ia lanjutkan belajar dan mengaji al-Qur’an. Rutinitas yang biasa dilakukan oleh kebanyakan putera-puteri di Sidayu.
Masa Remaja
Menginjak masa remaja, ia sempat aktif di Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Ranting Sidayu Utara, yang kemudian mengantarkannya aktif di lingkungan IPNU Anak Cabang Sidayu. Selain aktif di IPNU, ia juga aktif di berbagai organisasi kepemimpinan, kepanduan, dan seni. Diantaranya, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs Kanjeng Sepuh, juga merangkap sebagai anggota Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MTs Kanjeng Sepuh. Menjadi Pandu di Pramuka dan PMR, dan tak luput pula dari aktivitas seni. Sanggar seni Teater “Ganas” pernah ia ikuti hingga beberapa kali pementasan.
Dari sinilah kemampuan organisasi Wawan mulai diuji. Namun sayang, tidak lama aktif di IPNU, Wawan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar daerah. Tepatnya ia memilih nyantri di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Jombang. Pesantren yang menjadi muara aktivitas Thariqah Qadiriyyah wan Naqsabandiyyah.
Sebagaimana kehidupan normal pesantren, di PPDU ia juga masuk Madrasah Diniyyah Putera (Madina). Serta aktif diberbagai organisasi seni dan kepemimpinan. Sempat mampir menjadi anggota Badan Pembinaan Tilawatil Qur’an (BPTQ) PPDU hingga akhirnya dipercaya menjadi salah satu backing vocal Kelompok Shalawat al-Banjary “Shautus Syabab”. Di pesantren, Wawan juga aktif di Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darul Ulum (IKAPPDAR) Komisariat Gresik.
Karena semangat pribadi dan dukungan kuat orang tua, selepas lulus dari PPDU, Wawan melanjutkan studi kesarjanaan di Kampus Pembaharu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, keputusan yang diambil setelah gagal mendapat izin orang tua untuk melanjutkan studi di Al Azhar University Kairo, Mesir.
Merantau jauh dari kampung halaman tak membuat ia berkecil hati. Proses kepemimpinan juga ia lakoni secara utuh sebagai ajang untuk mengasah potensi diri. Di kampus, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) hingga masa akhir studinya. Dunia jurnalistik juga menjadi hobby yang akhir-akhir ini ia geluti. Dalam masa studi ini, Wawan yang juga sering dipanggil dengan nama Budi, juga mencoba untuk mengasah jiwa wirausaha dengan bergabung pada salah satu CV yang berada di sekitar kampus sebagai tenaga parttimer, dan dipercaya menjadi Kepala Operasional. Selanjutnya…???




